Rabu, 28 Desember 2011

You're My Hero [ShortShoot]



Genre: Friendship

Author: Kim Seung Mi (@rosacy)

Casts:

  • Kim Ki Bum [SHINee]
  • Kim Jong Hyun [SHINee]
Rated: 13+

You're My Hero

"Siapa yang peduli dengan hidupku ini? Tidak ada! Bahkan kedua orang tua ku saja tidak memperdulikan aku." batinku sambil melamun. Aku juga tak punya teman. Ya, mungkin kalimat itu pas untukku. Disaat pergi sekolah, semua anak pulang bersama teman-temannya. Tapi tidak dengan aku. Aku hanya berjalan sendirian dan lagi-lagi melamun. "Memang tidak ada yang mau mendekatiku untuk berteman, dan aku juga tidak berniat berteman dengan mereka semua." batinku sambil mengedarkan pandanganku ke sekeliling.

"Teman itu parasit." kataku pelan sambil mencibir.

Tanpa ku sadari, aku menyeberang jalan. "AWAAASS!!!!!!" Aku menoleh dan mendapati sebuah mobil melaju cepat kearahku. Tak lama kemudian aku merasakan tubuhku terlempar cukup jauh.

Aku membuka mataku dan mendapati seseorang memandangiku. "Kau sudah sadar?" tanyanya pelan. "Ne, aku ada dimana?" aku bertanya balik. "Kau ada di klinik tempatmu hampir tertabrak mobil tadi." jawabnya. "Hampir? Jadi aku tidak tertabrak?"
"Ani." jawabnya singkat. Kami terdiam cukup lama.

"Siapa kau?" Aku melihatnya menggunakan seragam yang sama dengan yang ku kenakan. Artinya dia satu sekolah denganku. "Kibum imnida." katanya sambil mengulurkan tangannya. "Jonghyun imnida." balasku, juga membalas uluran tangannya.

*****

Sejak Kibum-ssi menolongku, aku menjadi dekat dengannya. Dia memang berbeda kelas denganku, tapi kelas kami bersebelahan, memudahkan kami untuk bersama. Dia juga mengajarkanku artinya teman. Dia juga mengajarkanku untuk lebih menghargai hidup.

*****

Baby, negae banhae beorin naegae wae ire. Dureopdago mulleoseoji malgo. Geunyang naegae matgyeobwala eoddae. My lady...!

HP ku berbunyi. Seseorang meneleponku, dan segera kuangkat.

"Jonghyun-ssi, hari ini aku tidak berangkat bersamamu ya. Aku baru bangun!! Kau jalan duluan saja! Mianhaeyo!" katanya, dan langsung menutup telepon.
"Mwo?! Apa-apaan anak ini?! Semudah itu dia mengatakannya?!" kataku kesal.
Tanpa aku sadari, itu percakapan terakhirku dengannya.

*****

Aku berjalan menuju sekolah seorang diri dengan malas. Tanpa aku sadari, aku menyeberang jalan lagi. Jalan yang sama saat pertama kali aku bertemu dengan Kibum-ssi.
"AWASSSS!!!!!!!" Teriak seseorang dari belakangku. Aku menoleh dan melihat sebuah truk melaju cepat, yang pastinya kearahku. Dalan hitungan detik, aku merasakan tubuhku terlempar cukup jauh dan terhempas. Aku bangun dari 'tidurku' di jalanan, dan menyadari bahwa aku tidak tertabrak. Seseorang telah menyelamatkanku. 

Aku berlari ke kerumunan orang di tengah jalan, dan melihat siapa yang menyelamatkanku. Setelah itu aku bagai tersambar petir. Dia orang yang sama dengan yang menolongku saat itu. Kibum-ssi.

"Mwo?! KIBUM-SSI!!" teriakku sambil berusaha menyadarkannya. Ia bersimbah darah. Seseorang telah menelepon ambulance dan sekarang ambulance itu sudah sampai. Aku pun ikut dengan ambulance menemani kawanku itu.

*****

Dokter keluar dari kamar rawat Kibum dan bertanya kepadaku, "Kau keluarganya?". Aku menggeleng pelan dan berkata, "Ani, dia sahabatku. Keluarganya ada di Amerika." Dokter itu menghela nafas panjang dan berkata kepadaku. "Mianhaeyo. Sahabatmu itu tidak tertolong lagi. Ia kehilangan begitu banyak darah." kata dokter itu pelan. Aku pun jatuh terduduk dan menangis. "Tapi kelihatannya dia meninggalkan sesuatu untukmu.

"Bolehkah aku melihatnya kedalam?" tanyaku pada dokter itu. "Ne." jawabnya.

Aku berjalan masuk kedalam, dan mendapati Kibum terbaring tak bernafas disana. Aku pun memeluk dirinya dan menangis. "Ya! Ya Kibum-ssi! Babo!! Kenapa kau harus menyelamatkan ku?!" tanyaku lirih. Kibum yang telah pergi, tentu tidak menjawab pertanyaanku. Aku tersadarkan akan secarik kertas disebelah ranjang tidur Kibum. 

Jonghyun-ssi. Mianhaeyo. Aku meminta suster untuk menuliskan ini untukmu.
Jangan bersedih, Jonghyun-ssi. Biarpun aku tidak lagi bersamamu di dunia, tapi aku akan mengawasi mu dari atas sana nanti.

Jangan sia-siakan semua persahabatan kita selama ini. Bertemanlah dengan sebanyak-banyaknya orang, dan hargailah hidupmu. 

Selamat tinggal Jonghyun-ssi. 

Surat singkat dari Kibum itu membuatku menangis tanpa henti. "Ne, Kibum-ssi. Aku tidak akan menyia-nyiakan waktuku. Persahabatanku dengan mu, biarpun sebentar, namun sangatlah berarti. Percayalah, Kibum-ssi. You're my hero."

THE END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar