Rabu, 28 Desember 2011

Timeless [Part 2]



Genre: Friendship

Author: Kim Seung Mi (@rosacy)

Casts:

  • Kang Eun Ri [Yourself]
  • Amber [f(x)]
Rated: 13+

Timeless [Part 2]


Saat pertama kali kami bertemu, dan aku pun teringat saat terakhir kali aku bertemu dengan dirinya.

"Eonni, kenapa wajahmu pucat begitu?" tanyaku saat pertama kali aku menyadari dirinya lebih pucat dari pada biasanya. "Kau juga tidak bersemangan seperti biasa. Waeyo eonni? Ada masalah kah?" tanyaku. "Ani, aku hanya agak tidak enak badan." jawabnya. "Ya! Eonni! Kenapa masih mau masuk sekolah?! Pulanglah dan beristirahat." kataku agak panik. "Andwae, aku tidak apa-apa. Lagipula aku ada tes hari ini, tidak mungkin membolos." balasnya, membuat aku terdiam.


Itulah saat terakhir kami bertemu. Keesokkan harinya aku dan teman-teman seangkatanku pergi camping. Dan saat aku pulang......

Aku meletakkan semua barang-barangku dikamar, dan bergegas ke rumahnya. Setelah berulang kali aku memencet tombol bel, tetap tidak ada yang keluar. Aku pun bertanya ke pengurus rumahku, dan berkata bahwa appa eomma ku pergi ke Asan Medical Centre bersama keluarga Amber eonni. Aku pun bergegas pergi kesana dengan taksi. Sesampainya aku disana, aku menelepon appa ku, dan ia menyuruhku bergegas ke kamar kamar jenazah. Aku pun panik dan bergegas kesana. Aku mendapati appa-eomma Amber eonni menangis dan kedua orang tuaku menenangkan mereka. Tapi aku tidak mendapati Amber eonni disana."Eng.... Annyeong. Ada apa?" Mereka semua sadar akan hadirnya aku disana. Lalu Liu ahjumma --eommanya Amber eonni-- memelukku dan berkata, "Einri-ah, ini akan berat bagimu. Tegar ya..." kata-katanya terdengar aneh bagiku, dan setelah itu aku masuk ke kamar jenazah itu. Semuanya menjadi jelas sekarang, dan ini semua bagai petir bagiku.  Aku melihat Amber eonni terbaring dengan wajah pucat dan tidak bernafas. Aku pun menangis histeris.


Ingatan itu masih tercetak jelas di benakku. Aku berjalan ke dalam kamar, mengambil sesuatu dari laci meja belajarku. Surat dari Amber eonni.


Dear my lovely dongsaeng, Eunri-ah,


Mianhaeyo. Aku tau bahwa hari ini akan datang juga, hari dimana aku akan meninggalkanmu dan seisi dunia ini. Mianhaeyo. Sekali lagi mianhaeyo. Kamu pasti bertanya-tanya kenapa ini semua begitu cepat. Ya, ada satu hal yang selama ini tidak pernah ku ceritakan kepadamu. Aku juga melarang appa-eomma ku untuk memberitaumu.


Aku sudah mengidap penyakit ini cukup lama. Mungkin malah sangat lama. 3 tahun lamanya aku berjuang melawan penyakit ini. Leukemia. Semua berawal ketika aku menyadari bahwa aku anemia, dan anemia ini semakin lama semakin mengganas dan berubah menjadi leukemia. Kamu pastinya juga menyadari bahwa aku sering merasa pusing, tapi aku selalu mengelak semua dugaanmu.


Berjanjilah padaku bahwa kamu akan terus hidup tanpaku. Hiduplah dengan bahagia dan gembira, Eunri-ah. Berjanjilah kamu tidak akan bersedih tanpaku. Berjanjilah bahwa hidupmu akan tetap berwarna tanpaku. Ayo berjanjilah.. Dan tepatilah janjimu, karena aku akan selalu mengawasimu dari atas sana nanti.


Sekarang sudah saatku untuk pergi. Selamat tinggal Eunri-ah.
Salam sayang dan cinta dariku.


Amber  

Aku menangis. Entah untuk keberapa kalinya sehari ini. "Aku berjanji, eonni. Aku berjanji..." ucapku lirih. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar