Rabu, 28 Desember 2011

You're My Hero [ShortShoot]



Genre: Friendship

Author: Kim Seung Mi (@rosacy)

Casts:

  • Kim Ki Bum [SHINee]
  • Kim Jong Hyun [SHINee]
Rated: 13+

You're My Hero

"Siapa yang peduli dengan hidupku ini? Tidak ada! Bahkan kedua orang tua ku saja tidak memperdulikan aku." batinku sambil melamun. Aku juga tak punya teman. Ya, mungkin kalimat itu pas untukku. Disaat pergi sekolah, semua anak pulang bersama teman-temannya. Tapi tidak dengan aku. Aku hanya berjalan sendirian dan lagi-lagi melamun. "Memang tidak ada yang mau mendekatiku untuk berteman, dan aku juga tidak berniat berteman dengan mereka semua." batinku sambil mengedarkan pandanganku ke sekeliling.

"Teman itu parasit." kataku pelan sambil mencibir.

Tanpa ku sadari, aku menyeberang jalan. "AWAAASS!!!!!!" Aku menoleh dan mendapati sebuah mobil melaju cepat kearahku. Tak lama kemudian aku merasakan tubuhku terlempar cukup jauh.

Aku membuka mataku dan mendapati seseorang memandangiku. "Kau sudah sadar?" tanyanya pelan. "Ne, aku ada dimana?" aku bertanya balik. "Kau ada di klinik tempatmu hampir tertabrak mobil tadi." jawabnya. "Hampir? Jadi aku tidak tertabrak?"
"Ani." jawabnya singkat. Kami terdiam cukup lama.

"Siapa kau?" Aku melihatnya menggunakan seragam yang sama dengan yang ku kenakan. Artinya dia satu sekolah denganku. "Kibum imnida." katanya sambil mengulurkan tangannya. "Jonghyun imnida." balasku, juga membalas uluran tangannya.

*****

Sejak Kibum-ssi menolongku, aku menjadi dekat dengannya. Dia memang berbeda kelas denganku, tapi kelas kami bersebelahan, memudahkan kami untuk bersama. Dia juga mengajarkanku artinya teman. Dia juga mengajarkanku untuk lebih menghargai hidup.

*****

Baby, negae banhae beorin naegae wae ire. Dureopdago mulleoseoji malgo. Geunyang naegae matgyeobwala eoddae. My lady...!

HP ku berbunyi. Seseorang meneleponku, dan segera kuangkat.

"Jonghyun-ssi, hari ini aku tidak berangkat bersamamu ya. Aku baru bangun!! Kau jalan duluan saja! Mianhaeyo!" katanya, dan langsung menutup telepon.
"Mwo?! Apa-apaan anak ini?! Semudah itu dia mengatakannya?!" kataku kesal.
Tanpa aku sadari, itu percakapan terakhirku dengannya.

*****

Aku berjalan menuju sekolah seorang diri dengan malas. Tanpa aku sadari, aku menyeberang jalan lagi. Jalan yang sama saat pertama kali aku bertemu dengan Kibum-ssi.
"AWASSSS!!!!!!!" Teriak seseorang dari belakangku. Aku menoleh dan melihat sebuah truk melaju cepat, yang pastinya kearahku. Dalan hitungan detik, aku merasakan tubuhku terlempar cukup jauh dan terhempas. Aku bangun dari 'tidurku' di jalanan, dan menyadari bahwa aku tidak tertabrak. Seseorang telah menyelamatkanku. 

Aku berlari ke kerumunan orang di tengah jalan, dan melihat siapa yang menyelamatkanku. Setelah itu aku bagai tersambar petir. Dia orang yang sama dengan yang menolongku saat itu. Kibum-ssi.

"Mwo?! KIBUM-SSI!!" teriakku sambil berusaha menyadarkannya. Ia bersimbah darah. Seseorang telah menelepon ambulance dan sekarang ambulance itu sudah sampai. Aku pun ikut dengan ambulance menemani kawanku itu.

*****

Dokter keluar dari kamar rawat Kibum dan bertanya kepadaku, "Kau keluarganya?". Aku menggeleng pelan dan berkata, "Ani, dia sahabatku. Keluarganya ada di Amerika." Dokter itu menghela nafas panjang dan berkata kepadaku. "Mianhaeyo. Sahabatmu itu tidak tertolong lagi. Ia kehilangan begitu banyak darah." kata dokter itu pelan. Aku pun jatuh terduduk dan menangis. "Tapi kelihatannya dia meninggalkan sesuatu untukmu.

"Bolehkah aku melihatnya kedalam?" tanyaku pada dokter itu. "Ne." jawabnya.

Aku berjalan masuk kedalam, dan mendapati Kibum terbaring tak bernafas disana. Aku pun memeluk dirinya dan menangis. "Ya! Ya Kibum-ssi! Babo!! Kenapa kau harus menyelamatkan ku?!" tanyaku lirih. Kibum yang telah pergi, tentu tidak menjawab pertanyaanku. Aku tersadarkan akan secarik kertas disebelah ranjang tidur Kibum. 

Jonghyun-ssi. Mianhaeyo. Aku meminta suster untuk menuliskan ini untukmu.
Jangan bersedih, Jonghyun-ssi. Biarpun aku tidak lagi bersamamu di dunia, tapi aku akan mengawasi mu dari atas sana nanti.

Jangan sia-siakan semua persahabatan kita selama ini. Bertemanlah dengan sebanyak-banyaknya orang, dan hargailah hidupmu. 

Selamat tinggal Jonghyun-ssi. 

Surat singkat dari Kibum itu membuatku menangis tanpa henti. "Ne, Kibum-ssi. Aku tidak akan menyia-nyiakan waktuku. Persahabatanku dengan mu, biarpun sebentar, namun sangatlah berarti. Percayalah, Kibum-ssi. You're my hero."

THE END

Timeless [Part 2]



Genre: Friendship

Author: Kim Seung Mi (@rosacy)

Casts:

  • Kang Eun Ri [Yourself]
  • Amber [f(x)]
Rated: 13+

Timeless [Part 2]


Saat pertama kali kami bertemu, dan aku pun teringat saat terakhir kali aku bertemu dengan dirinya.

"Eonni, kenapa wajahmu pucat begitu?" tanyaku saat pertama kali aku menyadari dirinya lebih pucat dari pada biasanya. "Kau juga tidak bersemangan seperti biasa. Waeyo eonni? Ada masalah kah?" tanyaku. "Ani, aku hanya agak tidak enak badan." jawabnya. "Ya! Eonni! Kenapa masih mau masuk sekolah?! Pulanglah dan beristirahat." kataku agak panik. "Andwae, aku tidak apa-apa. Lagipula aku ada tes hari ini, tidak mungkin membolos." balasnya, membuat aku terdiam.


Itulah saat terakhir kami bertemu. Keesokkan harinya aku dan teman-teman seangkatanku pergi camping. Dan saat aku pulang......

Aku meletakkan semua barang-barangku dikamar, dan bergegas ke rumahnya. Setelah berulang kali aku memencet tombol bel, tetap tidak ada yang keluar. Aku pun bertanya ke pengurus rumahku, dan berkata bahwa appa eomma ku pergi ke Asan Medical Centre bersama keluarga Amber eonni. Aku pun bergegas pergi kesana dengan taksi. Sesampainya aku disana, aku menelepon appa ku, dan ia menyuruhku bergegas ke kamar kamar jenazah. Aku pun panik dan bergegas kesana. Aku mendapati appa-eomma Amber eonni menangis dan kedua orang tuaku menenangkan mereka. Tapi aku tidak mendapati Amber eonni disana."Eng.... Annyeong. Ada apa?" Mereka semua sadar akan hadirnya aku disana. Lalu Liu ahjumma --eommanya Amber eonni-- memelukku dan berkata, "Einri-ah, ini akan berat bagimu. Tegar ya..." kata-katanya terdengar aneh bagiku, dan setelah itu aku masuk ke kamar jenazah itu. Semuanya menjadi jelas sekarang, dan ini semua bagai petir bagiku.  Aku melihat Amber eonni terbaring dengan wajah pucat dan tidak bernafas. Aku pun menangis histeris.


Ingatan itu masih tercetak jelas di benakku. Aku berjalan ke dalam kamar, mengambil sesuatu dari laci meja belajarku. Surat dari Amber eonni.


Dear my lovely dongsaeng, Eunri-ah,


Mianhaeyo. Aku tau bahwa hari ini akan datang juga, hari dimana aku akan meninggalkanmu dan seisi dunia ini. Mianhaeyo. Sekali lagi mianhaeyo. Kamu pasti bertanya-tanya kenapa ini semua begitu cepat. Ya, ada satu hal yang selama ini tidak pernah ku ceritakan kepadamu. Aku juga melarang appa-eomma ku untuk memberitaumu.


Aku sudah mengidap penyakit ini cukup lama. Mungkin malah sangat lama. 3 tahun lamanya aku berjuang melawan penyakit ini. Leukemia. Semua berawal ketika aku menyadari bahwa aku anemia, dan anemia ini semakin lama semakin mengganas dan berubah menjadi leukemia. Kamu pastinya juga menyadari bahwa aku sering merasa pusing, tapi aku selalu mengelak semua dugaanmu.


Berjanjilah padaku bahwa kamu akan terus hidup tanpaku. Hiduplah dengan bahagia dan gembira, Eunri-ah. Berjanjilah kamu tidak akan bersedih tanpaku. Berjanjilah bahwa hidupmu akan tetap berwarna tanpaku. Ayo berjanjilah.. Dan tepatilah janjimu, karena aku akan selalu mengawasimu dari atas sana nanti.


Sekarang sudah saatku untuk pergi. Selamat tinggal Eunri-ah.
Salam sayang dan cinta dariku.


Amber  

Aku menangis. Entah untuk keberapa kalinya sehari ini. "Aku berjanji, eonni. Aku berjanji..." ucapku lirih. 

Timeless [Part 1]



Genre: Friendship

Author: Kim Seung Mi (@rosacy)

Casts:

  • Kang Eun Ri [Yourself]
  • Amber [f(x)]

Rated: 13+

Timeless

"Hhhhh...."
Entah untuk keberapa kalinya, aku menghela nafas hari ini. "Lagi-lagi hari yang melelahkan.." batinku.
Aku  mengarahkan penglihatanku ke arah jam di meja belajarku. Jam 5 sore. "Hhhh..." Lalu ku pandangi bintang-bintang glow in the dark di langit-langit kamarku, yang pastinya sekarang belum bersinar.

Aku pun berjalan ke lemari bajuku, dan pergi mandi.

*****

Aku masuk kedalam kamar, setelah tadi selesai makan, dan aku menghempaskan tubuhku ke atas kasur. Ku pandangi lagi bintang-bintang glow in the dark itu. Kini mereka sudah bersinar terang. Memandangi bintang-bintang itu membuatku ingat akan kenangan masa kecilku.

"Eonni! Sini deh... Lihat bintang itu terang sekalinya!" kataku padanya. Dia hanya tersenyum simpul. Saat itu kami sedang berada di atap rumah. 


"Eunri-ah, saeng-il chukhaeyo ya.. Ini! Terimalah..." katanya sambil memberiku sebuah kotak yang terbungkus kertas kado. Kubuka kado yang diberikannya saat itu juga. "Waaaah.. Eonni! Gomawoyo!" kataku sambil tersenyum kegirangan. "Ne, cheonmaneyo.. Kau suka bintang, jadi kuberikan itu sebagai hadiah." katanya.

Tanpa sadar aku sudah menitikkan air mataku. Aku tidak mau melihat bintang itu, kalau bintang itu hanya akan membuatku teringat akan dirinya. Bintang-bintang itu memang pemberian darinya. Aku pun memalingkan mukaku, tapi tatapanku langsung tertuju pada foto kami berdua, yang terbingkai di meja belajarku.

Aku berjalan kesana, mengambil seraya memandangi foto itu. Foto 2 anak perempuan kecil yang tertawa riang dengan muka penuh tepung. Ku elus foto itu. Pikiranku kembali melayang ke beberapa belas tahun yang lalu.

"Eunri-ah! Kemarin eomma mengajarkanku cara membuat kue yang mudah! Ayo kita buat bersama!" panggilnya kepadaku. "Ne, eonni!" kataku seraya menghampiri dirinya.


"Amber eonni......" beberapa butir air mata turun dari mataku dan membasahi wajahku, tapi tidak ku hiraukan. "Wae, eonni? Waeyo? Kenapa kau tinggalkan aku begitu cepat?!" tanyaku sambil terisak.

Aku berjalan kembali ke kasurku. Pandanganku kembali tertuju ke boneka kuning cerah, berbentuk bintang yang tersenyum. Ku ambil dan kupeluk boneka itu.

"Eunri-ah...." "Ne, eonni?" "Ini untukmu.." Ia menyodorkan sebungkus plastik dengan sesuatu didalamnya. Ku ambil dan kurasakan. "Empuk.... Apa isinya, eonni?" "Bukalah.. Itu milikmu kok.." Aku membukanya dan aku pun terpana. "Eonni! Ini lucu sekali! Bagaimana kau bisa menemukan boneka selucu ini?" teriak ku kegirangan seraya memeluk boneka itu. "Kemarin aku berjalan-jalan di mall dan aku melihat boneka itu di etalase toko boneka. Jadi kubelikan saja untukmu." jelasnya.


"Amber eonni....." Kini wajahku sudah benar-benar basah oleh air mataku. Kupandangi sekeliling kamarku ini. Penuh barang-barang kenangan aku bersama Amber eonni. Aku melihat seuntai kalung yang kubuat bersamanya.

"Eonni, bagaimana kalau kita membuat kalung bersama. Kalung yang kau buat akan kau berikan padaku, dan kalungku akan kuberikan padamu." tawarku saat ia mengajakku membuat kerajinan tangan.


Dan inilah hasilnya. Kalung ini adalah kalung buatannya. Begitu rapi dan teratur. Aku ingat, biarpun ia seorang anak yang mandiri dan tomboi, ia tetap rapi dan sopan. Ia juga selalu mau menjaga dan memenuhi segala permintaanku, sekalipun itu adalah hal yang sepele. Ia selalu sabar menghadapi aku yang manja ini.

Aku berjalan menuju balkon dan menangis disana. Teringat segala sesuatu tentang masa kecilku.

Aku yang kebingungan karena ia tidak kunjung menemuiku. Biasanya dia akan menemuiku atau sekedar memanggilku dari balkon kamarnya. Balkon kamar kami yang berhadapan membuat kami cepat dekat satu sama lain saat pertama kali aku datang ke tempat ini. Ke kota ini. Ke Seoul. Keluarganya yang pertama menyambut keluargaku, dan ia langsung mengajakku berkenalan saat itu juga. Kami semakin dekat karena umur kami yang hanya berbeda 1 tahun.


TO BE CONTINUE


Selasa, 27 Desember 2011

You Are The Only One [Part 3]


Genre: Romance

Author: Kim Seung Mi (@rosacy)

Casts:

  • Choi Min Ho [SHINee]
  • Jung Soo Jung [f(x)]
  • Lee Dong Hae [Super Junior]
  • Jung Soo Yeon [SNSD]
  • Cho Kyu Hyun [Super Junior]
Rated: 15+

You Are The Only One [Part 3]

Minho hendak mengetuk pintu kamar Krystal, tapi untuk kesekian kalinya, ia menengok kebelakang. Menatap Jessica dan Donghae. Jessica dan Donghae menatap nya balik, dan mengangguk.

Minho mengetuk pintu kamar Krystal. Tidak ada respon. Ia mengetuk lagi dan tetap tidak ada respon.
Ia mencoba membuka pintu...dan ternyata tidak dikunci. Ia lalu masuk dan memanggil,"Krystal-ssi..."

Krystal menengok, "Minho-ssi? Wae? Kenapa disini?" tanyanya sesugugukkan, dengan raut wajah yang sangat kaget.

"Kamu gak apa-apa?" tanya Minho khawatir.

"Ani. Aku gak apa-apa. Kamu pasti sudah dengar semuanya dari Sica eonni kan?" tanya Krystal

"Ne, ia sudah menceritakannya kepadaku." ucap Minho.

"Never mind, jangan ingat yang itu. Selama tadi Sica eonni pergi kerumah mu, aku mengintrospeksi diriku sendiri. Dan aku menyadari, bahwa aku memang menyukai Kyuhyun, tapi aku tidak mencintainya. Ada orang lain yang sudah sejak lama aku cintai."

"Krystal-ssi... Maaf, tapi sudah sejak lama aku ingin menyampaikan hal ini. Aku menyukaimu. Aku mencintaimu. Tapi aku tau aku tak akan pernah jadi milikmu. Maka sejak kita masuk SMA, aku tidak pernah menghiraukan mu. Aku hanya memperhatikan mu dari jauh. Mianhae Krystal-ssi." ujar Minho seraya berdiri dan berjalan ke arah pintu.

Tapi langkah Minho terhenti karena Krystal menarik lengannya. Minho berhenti, tapi ia tetap tidak menoleh. Ia terus menatap pintu. 

"Babo! Kamulah orang yang kucintai! Satu-satunya orang yang kucintai!" kata Krystal sambil menangis.

Dan Minho pun menoleh dengan kaget. "Jinjja?!" Krystal pun mengangguk.

*****

Selama percakapan di dalam kamar Krystal tadi, sepasang sejoli di luar kamar mendengarkan semua percakapan itu. Jessica dan Donghae.

"Akhirnya bisa juga anak itu menyatakan perasaannya. Setelah sekian lama ia menyukai adikmu itu." kata Donghae sambil terkekeh. 

Donghae menatap kearah Jessica. Dan terlihatlah mata Jessica yang berkaca-kaca. "Krystal adikku, akhirnya kamu menemukan orang yang mencintai dan kamu cintai..." kata Jessica.

"Sama seperti kakaknya yang telah menemukan pangerannya." sahut Donghae terkekeh sambil mencubit pipi Jessica.

"Aish. Pede sekali kamu ini.." ucap Jessica.

"Karena itu adalah kenyataannya, jagiya... kekeke~ ayo ke rumahku. Tinggalkan sejoli baru itu disana,kekeke~" kekeh Donghae dan merangkul Jessica.

Tanpa Donghae dan Jessica ketahui, Minho dan Krystal sedang berpelukan disana.

THE END

You Are The Only One [Part 2]


Genre: Romance

Author: Kim Seung Mi (@rosacy)

Casts:

  • Choi Min Ho [SHINee]
  • Jung Soo Jung [f(x)]
  • Lee Dong Hae [Super Junior]
  • Jung Soo Yeon [SNSD]
  • Cho Kyu Hyun [Super Junior]
Rated: 15+

You Are The Only One [Part 2]

"Eonni, aku pergi dulu." "Noona, annyeong.." "Ya, kalian berdua, berhati-hatilah."
Tanpa mereka semua ketahui, Minho mendengar percakapan mereka dari rumahnya. Dan datanglah Donghae.

"Minho-ah, apa yang kau lakukan disini?" tanya Donghae dengan suara yang agak nyaring.

"Hyung! Sttt.... Diam dong..." keluh Minho takut ketahuan. "Ngomong-ngomong, hyung ngapain disini?" tanya Minho.

"Mengusir ya? Huh. Aku mau menemui Jessica sebentar. Kamu mau memata-matai Krystal ya?" tanya Donghae yang memang tau bahwa Minho naksir Krystal.

"Shh ah!" gerutu Minho sambil masuk kedalam rumah.

*****

--2 minggu kemudian--

"Sudahlah, masih banyak cowok lain yang lebih baik daripada Kyuhyun...Jangan kau tangisi dia.." hibur Sica pada dongsaengnya yang menangis sekarang. "Jangan sebut nama dia depanku, eonni!" kata Krystal dengan sedih.

Setelah 2 minggu resmi berpacaran, Kyuhyun mencampakkan Krystal dengan alasan ia bertemu gadis lain yang lebih pantas untuk menjadi pacarnya.

Krystal lalu mengurung dirinya di kamar, dan Sica pun pergi ke rumah Minho yang juga merupakan rumah Donghae.

Minho yang membukakan pintu untuk Sica, dan bertanya, "Noona mencari Donghae hyung?"

Sica pun menjawab, "Ne, Krystal menangis terus dan membuatku pusing."

Mendengar jawaban Sica, Minho bagai tersambar petir. Ia bergitu kaget. 
"Krystal-ssi menangis?!" 

Sica pun menengok ke arah Minho dan berkata, "Ne, ia dicampakkan dengan sadis oleh Kyuhyun."
dan Sica pun mendapat ide.

"Minho-ah, kau hampiri saja dia. Kau dan dia kan cukup dekat. Siapa tau dia mau berhenti menangis denganmu. Tolong bantu aku, arasseo?"

"Tapi noona, kau yang lebih dekat dengannya, dia tidak mau berhenti menangis. Apalagi denganku." ujar Minho pesimis.

"Ayolah Minho-ah..bantu Noona mu ini..." rajuk Sica.

"Ara ara.." ujar Minho menyerah. 

*****


TO BE CONTINUE

You Are The Only One [Part 1]


Genre: Romance

Author: Kim Seung Mi (@rosacy)

Casts:

  • Choi Min Ho [SHINee]
  • Jung Soo Jung [f(x)]
  • Lee Dong Hae [Super Junior]
  • Jung Soo Yeon [SNSD]
  • Cho Kyu Hyun [Super Junior]
Rated: 15+

You Are The Only One

Malam minggu. Seorang remaja yang tampan sedang duduk di kamarnya. Ia tampak sedih, lesu, dan tidak bersemangat. Berulang kali kakak sepupunya, Lee Donghae memanggil dia, tetapi tidak dia jawab. 

Donghae adalah kakak sepupu Minho yang tinggal bersamanya. Orang tua Minho sedang dinas ke China. Karena universitas Donghae cukup jauh dari rumahnya, ia memutuskan untuk tinggal bersama Minho sekaligus menjaga Minho yang masih kelas 2 SHS itu. 

Minho lalu berjalan menuju meja belajarnya. Disana ada laptopnya, lalu dinyalakannya laptop itu. Minho memperhatikan gambar dekstopnya. Wajah seorang gadis yang tersenyum ceria. Melihat foto itu, ia lalu menggumam, "Krystal-ssi, wae? Wae? Susah sekali untuk mendekatimu..." 

Lalu Minho membuka 1 folder foto. Foto-foto Krystal. Ia melihat 1 foto, hatinya terasa sakit. Ia menggumam lagi, "Krystal-ssi, kenapa harus dia, kenapa harus Cho Kyuhyun sebagai kekasihmu? Tidakkah kau sadar bahwa aku memperhatikanmu?"

Sementara itu, berselang 1 rumah dari rumah Minho, tepatnya rumah Krystal.

"Sica eonni! Bantu aku! Aku bingung memilih bajunya!" seru Krystal pada kakaknya, Jung Sooyeon atau Jessica dari dalam kamar. 

"Aish kamu ini, sudah berapa kali kamu pacaran, heh? Masih saja bingung memilih baju untuk nge-date!" jawab Sica a.k.a Jessica.

"Bajuku tidak ada yang bagus untuk dipakai nge-date bersama Kyuhyun, eonni! Kau tau kan siapa Kyuhyun, cowok paling keren dan kaya disekolah! Aku tidak mau tampil memalukan didepannya!" balas Krystal agak frustrasi. Ia lalu melihat jam dinding, menunjukkan pukul 16:30.

"AAAAAA setengah jam lagi ia datang menjemputku! Aku belum siap apa-apa!!" teriak Krystal semakin frustrasi. Lalu Krystal berjalan keluar kamar dan menghampiri kakaknya yang sedang asyik menonton tv sambil makan cemilan. "Eonni, aku pinjam bajumu yaa... yayaya?" rajuk Krystal pada Sica.

"Sica lalu menoleh, dan menatap adiknya itu. Ne, ambil deh di kamar ku." jawaban Sica membuat Krystal bersorak kegirangan. 

Sambil Krystal mengganti baju, ia berteriak, "Eonni! Kau tidak nge-date dengan Donghae oppa?" dan Sica pun menjawab, "Ani, dia dapat banyak sekali tugas. Aku tidak tega memaksanya pergi nge-date hari ini, tapi ia berjanji date kami diganti besok." jelas Sica.

"Uh, Donghae oppa sungguh baik!" puji Krystal dan di sahut oleh Sica, "Tentu saja! Pilihan eonni tidak pernah salah!" katanya sambil terkekeh.

Saat itu terdengar suara bel dan Sica membukakan pintu. "Ah, kau pasti Kyuhyun kan? Tunggu sebentar, Krystal sudah hampir siap." kata Sica, dan setelah selesai Sica berkata, Krystal pun keluar dan berkata, "Aku sudah siap." 

"Eonni, aku pergi dulu." pamit Krystal pada Sica, lalu Kyuhyun juga berkata, "Noona, annyeong.."

Sica pun menjawab,"Ya, kalian berdua, berhati-hati lah."

*****

TO BE CONTINUE

Friendship Is Forever [Part 2]

Genre: Friendship

Author: Kim Seung Mi (@rosacy)

Casts:
  • Kim Hee Woo [OC]
  • Lee Yun Ki [OC]
  • Jung Jae Hyun [OC]
Rated: SU

Friendship Is Forever [Part 2]



"Ne, kalian akan debut dengan nama Inggris, dan saya akan membacakan nama Inggris kalian." kata manager. Manager berhenti sebentar. Hee Woo, Yun Ki, dan Jae Hyun menahan nafas mereka. Mereka sungguh penasaran.

Dan manager pun melanjutkan. "Hee Woo-ah, nama Inggris mu adalah Ashleen. A-S-H-L-E-E-N." Dan Hee Woo pun tersenyum mendengarnya.

"Yun Ki-ah, jangan memaksa ku lagi lain kali" kata manager menasihati, lalu melanjutkan, "nama Inggris mu adalah Brianna. B-R-I-A-N-N-A." Yun Ki pun tersenyum senang.

"Jae Hyun-ah, nama mu adalah Catherine. C-A-T-H-E-R-I-N-E." kata manager. "Ne, oppa. Gomawo." ucap Jae Hyun sopan.

"Ne, dan nama girl band kalian nanti adalah Alphabet. Nama itu diambil karena nama Inggris kalian berurutan ABC dari yang tertua hingga termuda." jelas manager.

"Oppa! Jangan bilang seperti itu! Aku merasa tua sekarang!" protes Hee Woo. Manager terkekeh dan Yun Ki pun menyahut, "Kau memang tua kan...kekeke~" Ucapan Yun Ki tadi disambut dengan lirikan tajam dari Hee Woo. 

"Terima kenyataan, eonni...." ledek Jae Hyun lagi. 

"Ya! Kalian berdua! Umur kita tidak berbeda jauh, tau!" Hee Woo membela diri.

"Tetap saja lebih tua...." balas Jae Hyun.

"Ya! Ka...." ucapan Hee Woo di potong oleh ucapan manager mereka, "Sudah sudah! Kalian semua jangan bertengkar disini! Dan jangan salah mengucapkan nama kalian masing-masing ketika debut nanti ya! Jangan mempermalukan entertainment dan diri kalian sendiri."

"Ne, oppa. Gomawo.." kata mereka lalu beranjak keluar.

***** 
Saat ini Hee Woo, Yun Ki, dan Jae Hyun sedang di backstage, bersiap-siap akan melakukan pemotretan dan syuting MV untuk lagu debut mereka. Mereka merias diri, dibantu dengan make up assistant. 

"Aduh, aku tidak bawa eye shadow. Eonni, pinjam dong." kata Yun Ki.

"Ambil saja, ada di tas." kata Hee Woo.

"Eonni, aku tidak bawa blush on! Bagaimana dong?" tanya Jae Hyun kebingungan.

"Pakai punya ku saja." kata Yun Ki dan Hee Woo bersamaan.

"Ah, kalian berdua baik sekali! Aku pinjam punya Yun Ki eonni ya.." ucap Jae Hyun.

Mereka melanjutkan merias diri, dan kemudian melakukan pemotretannya.

*****
Saat ini mereka sedang berada di backstage Music Bank. Hari ini akan jadi hari performance pertama Alphabet. Yun Ki tidak bisa diam. Ia sungguh cemas dan dari tadi hanyak berjalan bolak balik. Jae Hyun terus berkata bahwa ia gugup. Dan Hee Woo terus berlatih tanpa henti. Dan manager pun menghampiri mereka.

"Sudah saatnya kalian tampil. Sehabis ini." kata nya.

"Aduh oppa, aku sungguh gugup!" kata Jae Hyun untuk kesekian kalinya.

"Ya ya ya, aku tau kalian semua gugup. Tapi kalian sudah berlatih dan MV kemarin sangan bagus hasilnya! Ayo tampilkan semangat dan semua yang telah kalian pelajari selama lebih dari 3 tahun kemarin! Kalian bisa!" Manager menyemangati mereka. 

Dan saat nya mereka tampil pun tiba....

*****

--5 Tahun Kemudian--

"Ah! Aku sungguh lelah! Performance di 8 stage dalam sehari. Oh my God!" kata Jae Hyun. Hee Woo dan Yun Ki sudah terlalu lelah untuk mengomentarinya, sehingga mereka hanya member ibu jari mereka.

Tapi tiba-tiba Hee Woo berkata, "Tapi ingatkah kalian saat pertama kita debut? Saat itu kita begitu gugup untuk tampil. Yun Ki- ah, kamu terus berjalan mondar-mandir, dan Jae Hyun-ah, kamu tak henti-hentinya berkata bahwa kamu gugup. Dan aku sendiri terus berlatih."

"Ne, aku ingat. Dan aku sungguh bersyukur bahwa audience menyambut kita dengan sangat baik!" kata Yun Ki disambut dengan anggukan Hee Woo dan Jae Hyun.

"Aku juga ingat ketika waktu kalian semua meledekku, tepat setelah manager oppa memberiku nama Ashleen ini." kata Hee Woo sambil melirik Yun Ki dan Jae Hyun tajam.

"Hehehe.. peace eonni. Aku lelah. Tidak kuat bertengkar lagi sekarang." kata Jae Hyun sambil berjalan kekamar, menghindari Hee Woo.

"Aku juga, eonni!" sahut Yun Ki yang juga berjalan ke kamarnya.

"Kalian ini..... Jinjja! Lihat besok! Akan kucabik-cabik kalian!" kata Hee Woo marah walaupun ia bercanda.

Dan ketiga sahabat itu pun tertanya renyah.

THE END


Friendship Is Forever [Part 1]



Genre: Friendship

Author: Kim Seung Mi (@rosacy)

Casts:

  • Kim Hee Woo [OC]
  • Lee Yun Ki [OC]
  • Jung Jae Hyun [OC]
  • Kim Jong Hyun [SHINee] -- cameo
Rated: SU

Friendship Is Forever


"Kalian akan debut bersama sebagai sebuah girl band sebentar lagi."
Kata-kata manager mereka itu terung terngiang di telinga Kim Hee Woo, Lee Yun Ki, dan Jung Jae Hyun, membuat mereka melamun selama perjalanan ke dorm. Mereka terdiam, masih sibuk dengan pikirannya sendiri-sendiri.

Sudah 5 menit sejak mereka semua sampai di dorm, tapi tetap tak satupun yang berkomentar.
"Akhirnya, setelah lebih dari 3 tahun kita berada disini sebagai trainee, kita akan segera debut! Bagaimana perasaan kalian? Aku sungguh gembira!!" kata Yun Ki memecah keheningan setelah mereka sampai di dorm.


"Ne, aku juga. Tapi aku masih tidak bisa percaya bahwa kita akan debut! Menjadi artis yang akan di idolakan banyak orang!" sahut Jae Hyun, di sambut dengan anggukan Hee Woo.

"Aku juga, tapi aku masih penasaran dengan nama girl band kita nanti." ucap Yun Ki.

"Manager oppa bilang, nama girl band kita masih di pikirkan. Tapi yang pasti kita akan debut dengan nama Inggris, bukan nama Korea." kata Hee Woo kalem.

Hee Woo yang notabene tertua diantara mereka bertiga memang paling kalem, tapi dia cukup tegas dan menyenangkan. Agak berbeda dengan kedua dongsaengnya, Yun Ki dan Jae Hyun. Yun Ki sebagai "anak tengah" di grup memang usil dan ceria, juga Jae Hyun yang merupakan maknae, selalu ceria dan humoris.

"Mwo? Nama Inggris?" tanya Jae Hyun agak bingung.

"Ne, jadi nanti manager akan mencarikan nama Inggris yang bagus buat kita sebagai member. Mungkin nanti nama girl band kita diambil dari nama Inggris kita." jelas Hee Woo.

"Whoaaa.... Bakal keren tuh! Tapi aku masih aja penasaran sama girl band kita. Kekekeke~" sahut Yun Ki.

"Yun Ki-ah! Biarpun kamu penasaran, jangan macem-macem sama manager oppa loh ya! Aku masih inget waktu kamu maksa manager oppa kasih tau kapan kita debut, dan kita dimarahin abis-abisan!" tegas Hee Woo.

Yun Ki beranjak keluar sambil berkata, "Ne, eonni.Tenang aja, kita gak bakal di apa-apain kok." lalu mengedipkan sebelah mata nya dan segera kabur. Ia memang berniat memaksa manager oppa untuk segera memberi tau nama girl band mereka.

"Anak itu!! Jinjja....!" ucap Hee Woo agak emosi. "Sabar, eonni. Sabar....." Jae Hyun menenangkan...

*****

Hee Woo, Yun Ki, dan Jae Hyun sedang berada di dorm mereka. Mereka menunggu manager mereka yang kabarnya akan segera datang kesana untuk menginformasikan tentang girl band mereka. Sambil menunggu, Hee Woo memarahi Yun Ki yang semalam terbukti memaksa manager mereka, hingga mereka semua dimarahi. Jae Hyun tidak berkata apa-apa, tapi terus menatap tajam ke arah Yun Ki.

"Ne, eonni, mianhaeyo. Aku gak akan mengulanginya lagi." ucap Yun Ki.

"Dulu kamu juga berkata seperti itu! Kenyataannya?" kata Hee Woo masih agak emosi.

"Aduh siapapun cepat dateng kesini, tolongin aku!" batin Yun Ki.

TOK TOK TOK! Pintu dorm mereka di ketuk dan....

"Ne, nugu?" sahut Jae Hyun dari dalam.

Jonghyun membuka pintu dan masuk kedalam. Yun Ki berlari ke arah Jonghyun sambil berkata, "Oppa! You're my savior!!" dan kemudian memeluk Jonghyun.

"Wae?" kata Jonghyun bingung.

"Hee Woo eonni jahat! Dia memarahi ku!" adu Yun Ki kepada Jonghyun.

"Tapi kemarin Yun Ki membuat kami semua dimarahi habis-habisan oleh manager oppa!" kata Jae Hyun membela Hee Woo.

"Kekeke~ sudah ah kalian jangan bertengkar lagi... Aku kesini cuma mau menyampaikan pesan dari manager hyung."

"Mwo? Pesan apa?" tanya Hee Woo.

"Manager hyung tidak jadi kesini. Mereka meminta kalian ke kantornya saja." jelas Jonghyun.

"OK! Gomawo oppa!" sahut Hee Woo, Yun Ki, dan Jae Hyun bersamaan.

"Wah kalian benar-benar kompak! kekeke~ aku kembali dulu ya.." kata Jonghyun.

"Ne, oppa~" balas Jae Hyun. Lalu Yun Ki segera keluar dorm dan berlari ke kantor managernya sebelum Hee Woo dan Jae Hyun sempat menangkapnya.

*****

TO BE CONTINUE

Senin, 26 Desember 2011

Sebenarnya, Apa Itu FanFic?



Sebelum membaca FanFic, mari kenali FanFic terlebih dahulu :)

FanFic, singkatan dari fans fiction, adalah sebuah cerita fiksi yang dibuat oleh penggemar berdasarkan kisah, karakter atau setting yang sudah ada. Fanfic bisa berlaku untuk film , komik, novel, selebritis dan karakter terkenal lainnya. Terkadang sejumlah fanfic menyertakan penulisnya sebagai karakter cerita, ada pula yang tidak.

Plot sebuah Fanfic merupakan hasil imajinasi para fans. Konsep sederhana yang digunakan dalam menulis sebuah fanfic adalah “What if…” atau “Bagaimana jika…”. Dengan konsep itu fans bebas berimajinasi mengenai karakter kesayangan mereka. Fanfic menjadi sebuah art-project yang menyenangkan bagi seorang fans disamping proyek lain seperti membuat wallpaper, scrap book, craft design, atau art work lainnya yang menyangkut bintang atau karakter pujaannya.

Konsep “What If…” atau “Bagaimana jika…” memungkinkan pengembangan plot fanfic bisa berhubungan dengan kisah aslinya atau bahkan tidak berhubungan sama sekali. Konsep tersebut juga membebaskan para fans (penulis fanfic) untuk bereksperimen mengeksplorasi dan memodifikasi karakter yang sudah ada atau bahkan menggabungkan karakter dan plot dari beberapa kisah sekaligus. Konsep tersebut juga berlaku pada fanfic selebritis, yaitu fanfic yang ditulis dengan menggunakan karakter para selebritis atau orang terkenal.

Untuk menghindari tuntutan mengenai hak cipta, penulis fanfic biasanya mencantumkan kategori "fanfic" dalam tulisannya dan memberikan disclaimer, semacam pengakuan hak cipta, untuk penulis aslinya. Sedangkan untuk menghindari protes atau pertanyaan dari fans lain, biasanya para penulis fanfic selalu memberikan sedikit catatan-catatan “peringatan” atas variasi-variasi eksperimen yang dia gunakan dalam fanfic-nya.

Beberapa istilah yang umum dikenal dalam dunia “per-fanfic-an” antara lain :

-OC (Other Character), artinya penulis telah menambahkan tokoh lain (yang murni rekaan penulis) dalam cerita fanfic tersebut.
-OOC (Out Of Character), artinya karakter yang diambil akan berbeda dengan karakter mereka dalam kisah aslinya.
-Cross-gender, artinya ada karakter yang dirubah jenis kelaminnya
-Crossover, artinya fanfic yang bersangkutan dibuat dengan mencampur plot dan karakter dari dua buah cerita atau lebih,
Dan sebagainya.

Dari segi teknik penyajiannya, fanfic bisa dibagi beberapa macam, yaitu:

-Drable, atau umumnya dikenal dengan istilah cerpen 100 kata. Panjang cerita sekitar 100 kata dan biasanya karakter atau setting yang dipakai tidak menyimpang dari cerita aslinya.
-Shortshoot (cerpen). Format penyajiannya seperti cerpen, karakter atau setting yang dipakai tidak menyimpang dari pakem, masih berhubungan dari cerita, biasanya mengeksplorasi dari bagian-bagian cerita asli yang tidak terekspos.
-Longshoot (cerbung). Sama seeprti cerpen, hanya berbeda dari segi jumlah kata. Sebuah longshoot bisa terdiri dari ribuan kata.
-Songfic, adalah sebuah fanfic yang ditulis dengan menggunakan karakter, setting dan pakem cerita yang sudah ada, namun menggunakan plot lagu atau puisi sebagai pengembangannya.
-Alternate universe, yaitu fanfic yang ditulis berbeda dan tidak berhubungan dengan pakem aslinya.
-Crossover, yaitu fanfic yang dibuat dengan menggabungkan dua cerita atau lebih. Misalnya, menggabungkan karakter Harry Potter dengan Prince of Tennis.




sumber: click HERE