Rabu, 28 Desember 2011

Timeless [Part 1]



Genre: Friendship

Author: Kim Seung Mi (@rosacy)

Casts:

  • Kang Eun Ri [Yourself]
  • Amber [f(x)]

Rated: 13+

Timeless

"Hhhhh...."
Entah untuk keberapa kalinya, aku menghela nafas hari ini. "Lagi-lagi hari yang melelahkan.." batinku.
Aku  mengarahkan penglihatanku ke arah jam di meja belajarku. Jam 5 sore. "Hhhh..." Lalu ku pandangi bintang-bintang glow in the dark di langit-langit kamarku, yang pastinya sekarang belum bersinar.

Aku pun berjalan ke lemari bajuku, dan pergi mandi.

*****

Aku masuk kedalam kamar, setelah tadi selesai makan, dan aku menghempaskan tubuhku ke atas kasur. Ku pandangi lagi bintang-bintang glow in the dark itu. Kini mereka sudah bersinar terang. Memandangi bintang-bintang itu membuatku ingat akan kenangan masa kecilku.

"Eonni! Sini deh... Lihat bintang itu terang sekalinya!" kataku padanya. Dia hanya tersenyum simpul. Saat itu kami sedang berada di atap rumah. 


"Eunri-ah, saeng-il chukhaeyo ya.. Ini! Terimalah..." katanya sambil memberiku sebuah kotak yang terbungkus kertas kado. Kubuka kado yang diberikannya saat itu juga. "Waaaah.. Eonni! Gomawoyo!" kataku sambil tersenyum kegirangan. "Ne, cheonmaneyo.. Kau suka bintang, jadi kuberikan itu sebagai hadiah." katanya.

Tanpa sadar aku sudah menitikkan air mataku. Aku tidak mau melihat bintang itu, kalau bintang itu hanya akan membuatku teringat akan dirinya. Bintang-bintang itu memang pemberian darinya. Aku pun memalingkan mukaku, tapi tatapanku langsung tertuju pada foto kami berdua, yang terbingkai di meja belajarku.

Aku berjalan kesana, mengambil seraya memandangi foto itu. Foto 2 anak perempuan kecil yang tertawa riang dengan muka penuh tepung. Ku elus foto itu. Pikiranku kembali melayang ke beberapa belas tahun yang lalu.

"Eunri-ah! Kemarin eomma mengajarkanku cara membuat kue yang mudah! Ayo kita buat bersama!" panggilnya kepadaku. "Ne, eonni!" kataku seraya menghampiri dirinya.


"Amber eonni......" beberapa butir air mata turun dari mataku dan membasahi wajahku, tapi tidak ku hiraukan. "Wae, eonni? Waeyo? Kenapa kau tinggalkan aku begitu cepat?!" tanyaku sambil terisak.

Aku berjalan kembali ke kasurku. Pandanganku kembali tertuju ke boneka kuning cerah, berbentuk bintang yang tersenyum. Ku ambil dan kupeluk boneka itu.

"Eunri-ah...." "Ne, eonni?" "Ini untukmu.." Ia menyodorkan sebungkus plastik dengan sesuatu didalamnya. Ku ambil dan kurasakan. "Empuk.... Apa isinya, eonni?" "Bukalah.. Itu milikmu kok.." Aku membukanya dan aku pun terpana. "Eonni! Ini lucu sekali! Bagaimana kau bisa menemukan boneka selucu ini?" teriak ku kegirangan seraya memeluk boneka itu. "Kemarin aku berjalan-jalan di mall dan aku melihat boneka itu di etalase toko boneka. Jadi kubelikan saja untukmu." jelasnya.


"Amber eonni....." Kini wajahku sudah benar-benar basah oleh air mataku. Kupandangi sekeliling kamarku ini. Penuh barang-barang kenangan aku bersama Amber eonni. Aku melihat seuntai kalung yang kubuat bersamanya.

"Eonni, bagaimana kalau kita membuat kalung bersama. Kalung yang kau buat akan kau berikan padaku, dan kalungku akan kuberikan padamu." tawarku saat ia mengajakku membuat kerajinan tangan.


Dan inilah hasilnya. Kalung ini adalah kalung buatannya. Begitu rapi dan teratur. Aku ingat, biarpun ia seorang anak yang mandiri dan tomboi, ia tetap rapi dan sopan. Ia juga selalu mau menjaga dan memenuhi segala permintaanku, sekalipun itu adalah hal yang sepele. Ia selalu sabar menghadapi aku yang manja ini.

Aku berjalan menuju balkon dan menangis disana. Teringat segala sesuatu tentang masa kecilku.

Aku yang kebingungan karena ia tidak kunjung menemuiku. Biasanya dia akan menemuiku atau sekedar memanggilku dari balkon kamarnya. Balkon kamar kami yang berhadapan membuat kami cepat dekat satu sama lain saat pertama kali aku datang ke tempat ini. Ke kota ini. Ke Seoul. Keluarganya yang pertama menyambut keluargaku, dan ia langsung mengajakku berkenalan saat itu juga. Kami semakin dekat karena umur kami yang hanya berbeda 1 tahun.


TO BE CONTINUE


Tidak ada komentar:

Posting Komentar